Sunday, April 4, 2010

(2) Decision to stay forward...

Sadar bahwa aku sudah disapa oleh cinta...pertanyaan-pertanyaan hatiku tentang ini semakin tajam dan spesifik. Aku sudah selesai dengan pengakuan pada diri sendiri dan pada Tuhan tentunya...bahwa aku jatuh cinta. Lalu, apa selanjutnya??? Akan aku sikapi bagaimana rasa jatuh cinta ini???

Someone 'touch' my heart??? Wow!!! dalam agenda hidupku, itu adalah perkara yang masuk dalam kategori 'sangat penting'. Aku tidak ingin main-main menyikapinya. Aku orang yang percaya pada cinta...tapi cinta yang seperti apa yang bisa aku pegang??? cinta yang mengarah pada apa yang bisa aku percayai??? Cinta yang hanya sampai pada batasan 'seorang' manusia, menurutku masih rapuh... Aku butuh 'dasar' cinta yang kokoh. Cinta yang bersandar pada Yang Maha Cinta. Cinta yang tetap akan menyala pada sumbunya yang paling hakiki. Cinta yang melibatkan Tuhan dalam setiap jejak prosesnya.

Dalam kesunyian aku mengolah perasaan ini. Hening... hanya ada aku dan DIA. Hening dan jernih penting untukku. Karena aku tidak ingin perasaaan yang keruh. Keruh membuat pandangan kabur, dan tidak bisa melihat segala sesuatunya dengan jelas. Lalu, aku pun membongkar diriku sendiri, mengajukan pertanyaan2 penting pada diri sendiri...apa niatku??? apa tujuanku??? dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya lagi...

Terdengar ribet??? menurutku tidak. Well, kita bisa sepakat atau tidak sepakat. Aku sering mendapatkan nasehat dari orang terdekat mulai dari keluarga juga teman... "Jangan dibikin ribet, jalani apa adanya". Aku setuju dengan jalani sesuatu itu dengan simple, tapi bukan seadanya!!! Aku lebih memilih menghabiskan waktu lebih lama untuk menata pondasi yang kuat dalam hatiku...sebelum sampai pada suatu keputusan...

Proses menemukan akar keyakinan terus kulakoni...Dalam doa aku sampaikan kepada Tuhan, seorang laki-laki menarik perhatianku. Seiring waktu, aku merasakan 'rasa' ini semakin menguat. Aku butuh pendapat Tuhan. Dalam istikharah, aku bertanya lugas kepada Tuhan, apa aku harus 'maju' atau 'mundur' dengan perasaan ini??? Teman, keyakinan untuk meneruskan ini, tidak hanya semakin menguat, tetapi juga semakin mengkristal. Dan keyakinan ini, Subhanallah...terasa ringan dihatiku. InsyaAllah aku sudah ada dalam track yang benar... Allah Maha Tahu apa yang aku niatkan.

Ini adalah awal perjalanan keyakinanku untuk masa depan yang masih misteri...
Never know...hadiah apa yang sedang Tuhan siapkan untukku dibalik ini semua.
Satu hal yang pasti, i'am on my way to find the answer... =)


to be continued...

Saturday, April 3, 2010

Gerah!

rasa hormat untukmu kini tengah kupertanyakan
aku paham...tak ada yang sempurna
dan aku tak pernah anggap kamu sempurna
juga tak pernah berharap kamu sempurna
aku hanya berharap kita bisa wajar dan sikapi situasi apa adanya
situasi bahwa kau dan aku adalah dua orang yang berbeda...


jujur, aku gerah
gerah dengan sikapmu yang ambigu
gerah dengan sikapmu yang memilih alasan sesuai keinginan bukan fakta
gerah dengan banyak argumen yang dibangun hanya untuk meyakinkan orang lain
tentang sesuatu yang kau sendiri tahu persis bahwa itu salah!!!
sampai kapan???
sampai kapan ingin terus mainkan peran bermuka dua??
Silahkan jika ingin tetap demikian
tapi jangan mengajak aku!!!

aku berbeda...
aku tidak bisa kamu samakan dengan mereka yang setia mengekor
aku memilih untuk tidak tenggelam dalam skenariomu
maafkan...jika pilihanku tak berkenan...

aku gerah
dan tidak ingin menyangkalnya di hatiku
kini aku semakin paham...
'trust' dalam arti yang sesungguhnya
sangat mahal... mahal sekali...
dan aku, tak bisa berikan itu penuh padamu lagi.

Bandung, April 2010

Tuesday, March 30, 2010

(1) Fall in love!!!

Melihat, mengamati, dan mencermati sekeliling...membuatku banyak belajar. Salah satunya adalah bahwa segala sesuatu itu ada 'masa' dan 'waktu' nya. Hmmmmmm... Ijinkan aku berbagi denganmu teman... bahwa aku sering ditanya oleh rasa penasaran diriku sendiri, tentang jika tiba 'masa' dan 'waktu' nya aku jatuh cinta dengan seseorang. Bagaimana hatiku menerima 'rasa' itu hadir sebagai bagian dari proses aku mengenali dan memahami diriku sendiri, sekaligus sebagai proses untuk memahami orang lain, dan menerima 'dia' menjadi bagian yang penting dalam hidupku.

Dalam perbincangan dengan Tuhan...aku melepaskan harapan dan pertanyaanku tentang orang yang kuharap akan membuatku jatuh cinta. Sungguh, karena aku tidak tahu bagaimana cinta akan menyapa hatiku...pada siapa...dan kapan??? Tapi aku yakin, itu akan terjadi padaku. Dalam kalamNya diberitakan, manusia diciptakan berpasang-pasangan. There is somebody for everybody!!!. Aku percaya...seseorang sedang disiapkan...sebagaimana aku disiapkan juga...untuk kami saling bertemu pada waktu yang tepat. Aku sungguh percaya itu!!!

Teman... Sekali lagi, Tuhan beritakan padaku, bahwa DIA sungguh Maha Mendengar.
Aku dipertemukan dengan seseorang. Seseorang yang dengan cueknya mencuri perhatianku. Kami tidak banyak berkata-kata. Tapi buatku cukup. Dalam perbincangan yang tidak banyak dan singkat, dia sudah memberiku 'kata kunci'. Dia memberiku alasan mendasar, kenapa dia layak untuk aku pilih sebagai seseorang yang dengannya aku ingin jatuh cinta. Bukan ingin!!! Aku harus meralat ini. Karena kau tahu teman??? jika berkait dengan cinta... selalu akan ada ruang dimana kita tidak punya penjelasan.. It's just happened like that!!!. Karena cinta kadang terjadi diluar prediksi dan rasio kita. Ya!!! dengan alasan yang bisa aku jelaskan dan tidak bisa aku jelaskan, aku berani mengatakan pada diriku sendiri dan pada dunia: i fall in love with him!!!

Bagaimana cinta ini akan membawaku...apakah dia akan memilihku sebagaimana aku telah memilih dia??? apakah kisah ini akan berujung pada terwujudnya impian terdalamku tentang pernikahan yang membawa kedamaian bagi hati??? atau ini adalah sebatas 'transit proses'untuk perjalanan yang lebih jauh, dengan seseorang yang berbeda??? For sure my friends...aku sama sekali tidak tahu. Aku hanya ingin merentangkan kedua tanganku tanganku...menerima sepenuh hati dengan rasa syukur kepada Tuhan...dan mengakui bahwa aku jatuh cinta...

To be continued...

Saturday, March 20, 2010

Cemburu dengan Televisi...

Sudah hampir mendekati setengah tahun, di rumahku tidak ada televisi. Berawal pada satu hari, tanpa kami tahu sebabnya televisi tidak bisa dinyalakan. Dalam diam aku dan kakakku tampaknya sepakat, kita tak perlu perbaiki itu televisi. Sempat bertanya pada tukang reparasi televisi yang kebetulan adik ibu kostku, berapa biaya yang dibutuhkan. TIdak terlalu mahal. Perkiraannya hanya butuh 350 ribu. Sekali lagi..mungkin karena kami memang tidak berniat memperbaiki televisi, informasi itu tidak kami tindaklanjuti. Televisi itu pun teronggok tak berdaya di pojok ruangan.


Tapi ada yang berubah sejak kemarin….
Karena kedatangan mamaku di Bandung, dan menghormati keinginan beliau untuk dapat bersantai dengan lebih nyaman.. televise diperbaiki. Alhasil, sejak kemarin, rumahku kembali semarak dengan suara dan acara televisi.

Yang berubah…
Biasanya aku pulang kantor, mama dan papa sedang duduk berbincang atau membaca buku di ruang tamu. Ketika mengucapkan salam di depan pintu, aku bisa mendengar suara mereka lengkap menyambut ucapan salamku. Tapi semalam, tidak ada yang menyambut ucapan salamku. Aku membuka pintu, dan mendapati papa sedang tertidur lelap, dan mama tidak ada? Kemana? Aku masuk ke kamar..dan mendapati mama sedang ‘serius’ menikmati sinetron. Hmm..mm..aku berguman kecil.. salah satu pengaruh televisi nich!!. Kejadian berlanjut hingga pagi ini. Usually..we spent morning time with breakfast and having a little talk.. Tapi pagi ini, mama memilih untuk bersama dengan sinetron pagi.

Aku cemburuuuuuuuuuuuuuuuuu…
Well, ini adalah sebuah renungan… Dalam skala yang kecil, aku telah mengalami bagaimana televisi telah ‘mencuri’ family time moment. Jadi ingin tahu..apa lagi yang akan terjadi hari ini, sehubungan dengan kembali menyalanya televisi di rumahku…

Let see what happened when I get back to home toninght ;)

Friday, March 19, 2010

Brand New Spirit

It takes more courage to reveal insecurities than to hide them, more strength to relate to people than to dominate them, more 'manhood' to abide by thought-out principles rather than blind reflex. Toughness is in the soul and spirit, not in muscles and an immature mind..